WISATA ROHANI KATHOLIK

3HARI/2MALAM

ZIARAH GUA MARIA SRAGEN –SOLO-DAN YOGYAKARTA

(Gua Maria Grawoh Sragen –Gua Maria Mojosongo Solo – Gua Maria Sriningsih Klaten – Gua Maria Gunung Sempuh Bantul – Gua Maria Jatiningsih Klepu Sleman Jogja)

HARI 01 : TIBA DI BANDARA INTERNASIONAL SOLO (BLD)
Rombongan wisata Rohani tiba di Solo sekitar jam 09:00 pagi di jemput oleh Pemandu wisata dan langsung menuju Rumah makan Timlo (makanan khas solo atau soto Ayam Gadingan solo. Selanjutnya menuju Sragen untuk memulai wisata Rohani ke Gua Maria Ngrawoh St. Faustina Alamat: Pilangsari, Gesi, Pilangsari, Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Konsep tempat ziarah ini ingin menggambarkan peziarahan umat beriman melalui pertobatan dalam jiwa dan roh yang seutuhnya, agar bisa mendapat pengampunan dari Allah melalui Yesus Kristus.  Konsep itu, diwujudkan tiga bagian dalam Taman Doa, yaitu: Gereja Berjuang (Bangunan Gereja, Taman Getsemani dan Jalan Salib), Gereja Berziarah (Kolam pertobatan, lingkaran tak berujung, patung Bunda Maria Fatima dan Salib Milenium), dan Gereja Mulia (Kapel Adorasi yang berkubah dengan puncaknya Salib).

Selanjunya kembali ke Solo Menuju Gua Maria Mojosongo – Solo Kampung Debegan, RT.4/RW.5, Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah Gedung utama pada Gua Maria ini memiliki beberapa pilar dan masing-m dari tembaga. dan masing-masing pilar ini menggambarkan jenis-jenis sakramen dalam ajaran katolik. Pilar Sakramen Sedangkan Patung Bunda Maria ini berada di bagian kiri dari dalam gedung berdevosi kedalam ruangan ini, para peziarah harus melepaskan alas kaki lokasi Gua Maria ini MAKAN Siang di Diamond International Resto Solo

Goa Maria dan Sendang Srinigsih ini adalah sebuah tempat ziarah umat kristiani. Yang dibangun pada tahun 1934 oleh seorang Jesuit bernama D Hardjosuwondo SJ,  yang dulu ditugaskan ke Dusun Jali, dan berkunjung ke sebuah sendang yang dulunya sendang itu bernama sendang Duren. Karena melihat sendang tersebut ada aura spiritual maka beliau membangun sebuah tempat ziarah dan menganti nama sendagng duren menjadi Sendang Sriningsih nama ini di ambil bukan tidak ada maksud atau arti,Sendang Sriningsih berarti Perantara Rahmat Tuhan Pada Umatnya. Jali, Gayamharjo, Prambanan, Gayamharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572, atau antara Bukit Ijo dan Mintorogo.

Check in di HARPER HOTEL MALIOBORO JOGJA

HARI 02 : YOGYAKARTA ZIARAH GUA MARIA (B-LD)

Setelah sarapan pagi di hotel Rombongan di aja Ziarah ke Gua MARIA GUNUNG SEMPUH BANTUL ATAU HATI KUDUS GANJURAN BANTUL Salib Suci Gunung Sempu berada di komplek Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran Bantul, Yogyakarta. Letaknya sekitar 3 kilometer dari halaman depan gereja tersebut. Salib tersebut berada di sebuah bangunan berbentuk joglo dengan pendopo terbuka tanpa pagar pembatas. Gedung ini diberkati oleh Uskup Agung Semarang Julius Darmaatmadja SJ pada tanggal 20 Mei 1990. Di bawah Salib itu terdapat patung Pieta (Bunda Berduka Cita). Sebelum masuk ke tempat doa Salib Suci dan Gereja, peziarah di hadang sumur Yakob. Sumur tersebut berbentuk oval dengan kedalaman 33 meter. Sumur itu sengaja digali di tempat itu agar umat mengambil sendiri air itu agar digunakan untuk membersihkan diri sebelum menghadap hadirat Tuhan. Tetapi sebelum membersihkan diri dengan air sumur Yakob itu, peziarah diajak untuk membangun sikap tobat dengan mengikuti prosesi jalan Salib. Setelah menyelami makna penderitaan Kristus melalui renungan jalan Salib, peziarah bersembah sujud di kaki Salib Suci. Di tempat ini, ujubujub doa yang di tulis pada potongan-potongan kertas di bakar pada sebuah tungku api yang telah tersedia Sesuai kegiatan doa di gedung Salib Suci, peziarah berarak menuju sumur Yakob sambil menikmati keindahan Kota Yogyakarta dari kejauhan. Mereka bisa membawa pulang air sumur Yakob sebagai pengikat janji tobat. Karena keelokan dan keheningannya, tempat ziarah Salib Suci Gunung Sempu disebut juga sebagai Bukit Golgota nya Yogyakarta. Ziarah Salib Suci Gunung Sempu merupakan satu-satunya di Indonesia.

HATI KUDUS GANJURAN BANTUL

Gereja Ganjuran yang berdiri tahun 1927 bukanlah sekedar tempat tepat untuk merenung, tapi juga tempat yang menawarkan kesempatan bertemu Yesus yang global dalam wajah lokal, yang mengenakan surjan dan mendengarkan gamelan. Gereja Ganjuran memang tempat yang teduh dan menenangkan, baik bagi tubuh maupun bagi jiwa. Deretan pepohonan yang berdiri rimbun di halaman gereja menjadikan suasana begitu sejuk dan teduh. Bangunannya yang berbentuk pendopo terbuka dengan pilar-pilar berwarna hijau dan altar dengan nuansa Jawa yang kental menjadikan tempat ini begitu menyatu dengan sekitar. Di tempat ini kamu akan merasakan suasana gereja yang begitu melebur dengan sekitar, gereja yang tanpa sekat dan tanpa batasan. Konsep pendopo terbuka ini menegaskan bahwa gereja siap menyambut siapa pun yang datang dengan tangan terbuka, tak peduli suku bangsamu, tak peduli derajat sosialmu, tak peduli agamamu. Sebelum menjadi seperti saat ini, Gereja Ganjuran telah melewati perjalanan dan rangkaian kisah yang panjang. Kompleks gereja ini dibangun mulai tahun 1924 oleh prakarsa dua bersaudara keturunan
Belanda, Joseph Ignaz Julius Maria SchmutzerR dan Julius Robert Anton Maria Schmutzer. Mereka bukanlah misionaris atau agamawan, melainkan pengelola pabrik gula Gondanglipuro. Gereja Ganjuran dibangun dengan memadukan unsur budaya Jawa dan Eropa. Selain gereja, mereka juga mendirikan rumah sakit serta sekolah. Dari tahun ke tahun Gereja Ganjuran pun mengalami beberapa kali pemugaran. Pada Mei 2006, Gereja Ganjuran hancur lebur akibat gempa bumi. Akhirnya gereja dibangun ulang dan menjadi seperti saat ini. Pendopo gereja dikerjaan langsung oleh pihak Keraton Yogyakarta. Bahkan mereka mendatangkan pemahat khusus supaya mendapatkan hasil yang mirip dengan keraton. Atap gereja yang berbentuk tajug dihiasi dengan salib besar. Altar dihiasi dengan relief Yesus Sang Raja yang duduk di singgasana serta Bunda Maria yang sedang memangku bayi YESUS, semuanya
mengenakan kostum dan mahkota jawa, berbeda dengan patung-patung yang selama ini ada.

Selanjutnya ke Gua Maria Jatiningsih Klepu Sleman. Terletak tepat di tepi aliran Kali Progo, Gua Maria Sendang Jatiningsih menawarkan kedamaian yang menyatu dengan alam bagi para peziarah yang berkunjung. Di tempat ini kamu bisa berdevosi kepada Bunda Maria di bawah naungan pohon jati atau mengambil air sendang yang menyegarkan jiwa. Gemerisik dedaunan yang bergoyang tertiup angin seolah menjadi sambutan selamat datang bagi peziarah yang berkunjung ke Gua Maria Sendang Jatiningsih. Sesekali terdengar derik serangga dan kicau burung yang bersahut-sahutan. Semakin jauh masuk ke kompeks gua maria ini, kamu akan mendengar gemericik aliran sungai yang merdu. Semua bebunyian ini menjadi harmoni alam yang indah untuk mengiringimu beribadah. Gua Maria Jatiningsih atau yang juga biasa disebut dengan nama Sendang Jatiningsih merupakan salah satu tempat peribadatan sekaligus peziarahan umat Katholik yang ada di daerah Moyudan, Sleman. Sebelum dibangun menjadi Gua Maria, dulunya tempat ini bernama Sendang Pusung. Pusung sendiri merupakan singkatan dari kalimat bahasa Jawa “sing ngapusi busung” yang artinya siapa yang berbohong akan terkena tulah. Kemudian namanya diubah menjadi Sendang Jatiningsih yang berarti sumber air dari rahmat Tuhan yang mendatangkan kedamaian.

Makan Siang di Rumah Makan Jejamuran Sleman

SELANJUTNYA BELANJA DI MIROTA BATIK PAKEM SLEMAN.

MAKAN MALAM DI KOPI KLOTOK DAN KEMBALI KE HOTEL HARPER

Screen Shot 2019-07-11 at 13.06.05

HARI 03 : WISATA BELANJA + KULINER di jogja (B-L-D)
Setelah Setelah sarapan pagi di hotel langsung check out wisata belanja oleh- bakpiah Kenes, Bapiah Pathuk, belanja di Pasar Bringharjo dan Malioboro makan siang di RM Lie Djiong  Chinese Foodnya enak banget–ada manisnya persis sama selera wong Jogja. Cobain aja Angsio Kakap, kamar Bola, Burung dara goreng, dll. Pasti ketagihan deh..soale manis dan uenak tenan dan di antar ke Bandara untuk kembali ke Jakarta.

GALLERY